MIRIS, Guru Mengaji Tinggal di Rumah Reot, Tidak Pernah Dapatkan Bantuan Raskin dan PKH di Luwu Utara

0
100

LUWU UTARA, CNEWS — MIRIS, inilah kata-kata yang keluar pertama saat melihat keadaan seorang ibu yang sehari-harinya mengajar mengaji. Sudah sekian tahun, Handayani, warga Dusun Salukarondang, Desa Dandang, Kecamatan Sabbang, kabupaten Luwu Utara bersama seorang anaknya tinggal di sebuah rumah reot,
gubuk yang tak layak huni, ini pun hanya berdinding papan lapuk yang sudah tembus pandang dari luar dan beratapkan seadanya.

Di rumah reot ini juga tanpa penerangan listrik, hanya tampak kasur bekas dan juga bantal bekas yang digunakan Handayani’. Selain itu, rumah reot ini juga saat memasuki musim penghujan seperti saat ini hampir semua seisi rumah di masuki air hujan.

Reporter Media Celebesnews Biro Luwu Utara, Samsir melakukan kunjungan ke rumah milik Handayani, pada Minggu (17/12/2017) sempat menjatuhkan air mata sangat miris dan sedih melihat keadaan sang guru mengaji tersebut. Rumah kediaman wanita dengan anak satu ini serba kekurangan yang di alami kehidupannya.sampai saat ini dari pemerintahan tidak ada yang memperhatikan kehidupan mereka, seperti penyaluran atau pembagian raskin beras untuk orang miskin tidak pernah dapat dari pemerintah Desa maupun bantuan pemerintah melalui program PKH.

“Sehari hari yang kami alami untuk bertahan hidup hanya seadanya yang bisa kami makan. Itu pun kalau ada yang kami makan. Kalu tidak ada untuk makan, yah terpaksa kami harus menahan lapar dan berpuasa,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, “Harta yang kami punya saat ini hanya al’quran sebagai petunjuk hidup kami hingga akhir hayat, di saat malam hanya menggunakan pelita kecil sebagai penerangan di rumah gubuk kami, itupun hanya sebagai penerang di waktu sholat saja, ” katanya.

Masi katanya, ia berharap pemerintah setempat atau Kades memperhatikan kehidupan masyarakat miskin seperti dirinya, khususnya Kades dapat melihat warganya yang sangat butuh bantuan.

Kini Handayani bersama dengan seorang anaknya yang tinggal di rumah reot itu berharap perhatian pemerintah dan dermawan, sebab dengan keterbatasan biaya dirinya sangat membutuhkan perhantian dan bantuan. ( LAPORAN : SAMSIR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here