Kepala Biro Administrasi dan Umum Unhas, Andi Darwin : Pete-Pete Masuk Kampus Harus Kantongi Izin Trayek

0
196

MAKASSAR, CNEWS — Kepala Biro Administrasi dan Umum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Darwin turut memberi atensi terhadap keberadaan angkutan umum dalam Kampus Unhas. Itu karena, agar keberadaan angkutan umum trayek kampus ini agar ikut dan taat pada aturan serta tata terbit kampus soal trayek angkutan dalam Kampus Unhas.

Penegasan tersebut disampaikan Andi Darwin saat ditemui jurnalis Celebesnews pada, Senin (17/12/2018) di ruang kerjanya Gedung Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea Makassar.

Lebih lanjut disampaikan oleh Andi Darwin, keberadaan organisasi ataupun koperasi angkutan umum trayek Kampus Unhas adalah diluar atau bukan organisasi kampus. Meski begitu, mereka harus taat pada tata tertib atau aturan. “Kampus ini punya otonomi khusus, jadi soal kebaradaan angkutan umum trayak Kampus Unhas ini ikut aturan,” tandasnya.

Salah satu aturannya, kata dia, adalah harus memiliki legalitas izin trayek yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Dinas Perhubungan dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan Kota Makassar. Nah, tanpa legalitas tersebut apapun alasannya angkutan umum ini tidak dibolehkan masuk kampus melakukan aktivitas angkut dan muat penumpang.

Sebaliknya, kata Andi Darwin, bila kendaraan angkutan umum trayek Kampus Unhas ini memiliki legalitas izin trayek maka pihaknya mempersilahkan untuk masuk ke dalam kampus. “Intinya disini adalah kalau angkutan pete-pete ini memiliki izin trayek yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan tidak ada masalah, silahkan masuk ke kampus untuk ambil penumpang. Tapi sebaliknya, kalau tidak punya izin trayek jangan coba-coba karena Kampus Unhas ini punya otonomi khusus, semuanya harus sesuai aturan,” ungkap Andi Darwin.

Dengan memiliki izin trayek tersebut, ditambahkan Andi Darwin, tidak ada larangan bagi sopir angkutan umum atau pete-pete untuk masuk kedalam trayek Kampus Unhas, termasuk bila ada pihak yang coba menghalang-halangi para sopir itu tidak boleh.

“Sekali lagi kami tegaskan patokannya adalah harus ikut tata terbit dan aturan kampus, salah satunya bagi angkutan umum atau pete-pete harus miliki izin trayek dari Dinas Perhubungan,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ditanya dengan kebaradaan koperasi baru bentukan sejumlah sopir dan pemilik angkutan umum trayek Kampus Unhas yang mengatas namakan ‘KOTAMU’ Andi Darwin mengungkapkan, bahwa itu adalah urusan para sopir ataupun pemilik angkutan umum atau pete-pete.

“Kami tidak ada urusan dengan keberadaan koperasi tersebut, karena memang selama ini, baik KAKMU yang sebelumnya sudah ada lebih dulu juga kami tegaskan di luar urusan dan tanggung jawab kami sebagai pihak Kampus Unhas. Kami tidak bisa melakukan intervensi ataupun mengurusi mereka karena memang mereka diluar organisasi Unhas, itu urusan mareka,” terangnya.

Hanya saja, memang selama ini sejak keberadaan ‘KOTAMU’ hadir atau terbentuk disampaikan oleh Andi Darwin, belum ada pengurus ataupun anggota mereka yang datang melapor ataupun melakukan silaturahim secara khusus kepada pihak rektorat. “Yah, memang saya pernah dengar-dengar katanya ‘KOTAMU’ ini ada, tapi saya tidak tau lebih detailnya, pengurusnya saja tidak pernah kunjungan ke kami ataupun datang silaturahim,” ujarnya.

Meski begitu, ditegaskan oleh Andi Darwin, bila itu sudah terkait soal keamanan dan ketertiban dalam kampus, maka sudah jadi otomatis akan jadi tanggung jawab kami dan tidak ada toleransi. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here