Duh, Adukan Keluhan Warga Rampi Sering Kehilangan Barang Kiriman Melalui Pesawat Cargo ke DPRD Luwu Utara, LSM-Pers Kecam Komisi Dua

0
73

LUWU UTARA, MASAMBA, CNEWS — Duh, kerja-kerja sejumlah anggota DPRD Luwu Utara mulai mendapat sorotan dan dipertanyakan. Surat masuk Forum Komunikasi LSM-PERS Kabupaten Luwu Utara pada tanggal 20 November 2018, tentang pelayanan penerbangan kargo Masamba – Rampi yang ditujukan kepada Ketua DPRD Luwu Utara, alih-alih mendapat tanggapan dan basalan langsung, justru surat masuk tersebut dibalas oleh Komisi dua tidak kepada lembaga Forum Komunikasi LSM-PERS selaku pihak yang memasukan surat aduan.

“Kami mengecam dan menyesalkan sikap Ketua DPRD Luwu Utara dan Komisi Dua tidak merespon surat kami dengan positif. Karena itu, menjelang pemilihan anggota legislatif kami menghimbau kepada masyarakat untuk memilih calon anggota dewan yang memang miliki integritas dan jangan memilih mareka-mereka yang tidak mau peduli dan mendengar kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat,” tandas Ketua Forum Komunikasi LSM-PERS Luwu Utara, Almawarwan didampingi Sekretaris Samsir kepada Celebesnews, Selasa (23/1/2019).

Kekesalan Forum Komunikasi LSM-PERS ini bermula saat sejumlah masyarakat Kecamatan Rampi mengadukan masalah mereka terkait seringnya kehilangan barang kiriman melalui pesawat cargo perintis dengan rute Rampi-Masamba, namun tidak pernah mendapat respon dan perhatian dari pengelola bandara Rampi dan Andi Djemma Masamba.

Karena itu, Forum Komunikasi LSM-PERS mengadukan persoalan ini ke DPRD Luwu Utara agar dilakukan rapat dengan pendapat bersama pengelola Bandara Andi Djemma Masamba dan Rampi serta melibatkan pihak terkait. “Kami mencoba mendampingi masyatakat yang telah merasa dirugikan dengan seringnya barang-barang kiriman mereka hilang. Namun, justru sangat kami sesalkan, surat balasan tersebut ditujukan kepada kepada seseorang bernama Drs Yulius Sigie. Ini kami heran, lain yang memasukan surat, kok lain yang menerima balasannya, ada apa dengan integritas sejumlah anggota dewan di Luwu Utara ini, katanya wakil rakyat, kami tantang buktikan itu ?,” tegas Almarwan didampingi Samsir.

Selain itu, sorotan tajam juga disampaikan Almarwan bersama Samsir, secara khusus ada apa dengan komisi Dua DPRD Luwu Utara dan pihak Bandara Andi Djemma Masamba dan Bandara Rampi serta BUMDES Masamba diduga main kucing-kucingan dalam rangka dengar pendapat pada tanggal 9 Januari 2019 terkait laporan aspirasi masyarakat Rampi yang di tindak lanjuti oleh Forum Komunikasi LSM-PERS ke DPRD melalui persuratan tanggal 20 November 2018 tentang pelayanan penerbangan kargo.

“Kami memasukan surat ke DPRD berdasarkan laporan beberapa masyarakat Rampi, bahwa barang kiriman mereka melalui jasa penerbangan kargo Masamba-Rampi sering hilang dan tidak ada yg mau bertanggung jawab, baik dari pihak pengelola bandara maupun Bumdes yang di percayakan untuk mengelolah barang-barang kiriman masyarakat tersebut, tidak ada yang mau bertanggung jawab,” ujarnya.

Oleh karena itu, keputusan yang diambil oleh Komisi Dua DPRD Luwu Utara pada rapat dengar pendapat pada tanggal 9 Januari 2019 dinilai tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana mestinya dan tidak profesional serta sepihak. ( LAPORAN : SAMSIR JURNALIS CELEBES NEWS BIRO LUWU UTARA )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here