Mengenal Calon Legislatif Kabupaten Pinrang, Hj Herni Jalil, Takkan Lahir Pelaut Ulung Di Laut Yang Tenang

0
144

Hj Herni Jalil didampingi tim saat melakukan konsolidasi dan penguatan relawan dan tim pemenangan di kasawan Urip Sumohajo Makassar pada, Sabtu (9/2/2019)

 

“Langkah Besar, Butuh Lompatan Besar”

Sebuah lompatan besar, membutuhkan langkah yang besar. Dan salah satu langkah besar adalah upaya untuk terus melakukan perubahan demi perubahan. ”Perubahan adalah Pertanda Kehidupan”, kata Evelyn Waugh.

Tapi tentu bukan karena kata – kata ini sehingga Hj Herni Jalil ketika mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif Kabupaten Pinrang 2019 ini mengusung isu perubahan. Secara sederhana, ia, saat itu hanya mempunyai tekad sederhana; “Saya hanya ingin melihat Pinrang bisa lebih maju, paling tidak sejajar dengan daerah – daerah lainnya” Dan sebagaimana karakter sebuah perubahan, dibutuhkan change maker/s dan tanpa bermaksud menepuk dada, Hj Herni Jalil siap untuk itu.

Sebab sebagaimana dikemukakan oleh Kurt Lewin (1951) ketika berbicara tentang perubahan, bahwa selalu ada dua kekuatan perubahan, yaitu kekuatan untuk mendorong perubahan (driving forces) dan kekuatan untuk menentang perubahan (restraining forces). Beberapa contoh kekuatan penentang terhadap perubahan adalah ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan kehilangan status, kebiasaan yang sudah menetap, atau kurangnya sumberdaya.

Tapi kutuk ini harus dipikul oleh seorang change maker. Sebab seorang pelaku perubahan bukanlah Nabi Musa yang hanya dengan sekali pukul; bukit, gunung dan laut terbelah dan membawa masyarakatnya memasuki “tanah yang dijanjikan” yang makmur, sejahtera, gemah ripah loh jinawi.

Maka ketika Hj Herni Jali mengusung perubahan, beberapa hal yang menjadi acuannya, adalah: Adanya keunggulan relatif; sejauhmana perubahan itu dianggap lebih baik dari gagasan sebelumnya, dimana yang bisa dijadikan tolok ukur adalah faktor ekonomi, sosial, kepuasan, dan kenyamanan.

Kesesuaian; merujuk kepada bagaimana suatu perubahan dipandang konsisten dengan nilai-nilai yang ada, pengalaman yang lalu, dan sejauhmana dapat mengatasi kebutuhan calon penerima (adapter / masyarakat).

Kompleksitas; hal ini berkenaan dengan tingkat kesulitan suatu perubahan untuk dilaksanakan bila dibandingkan dengan kegunaannya. Apakah perubahan tersebut memiliki gagasan yang sederhana atau sulit untuk dipahami, dan apakah tingkat kesulitan tersebut seimbang dengan kegunaannya.

Observabilitas; merujuk kepada bagaimana manfaat (hasil) perubahan dapat dilihat oleh masyarakat terutama masyarakat sasaran. Jauh sebelum terpilih maju sebagi calon legislatif, Hj Herni Jalil selalu memberi perhatian terutama pada masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, air bersih dan kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Pinrang.

Maka ketika bisa terpilih nanti, langsung dicanangkan program ini bisa berjalan

Perubahan menuju kondisi yang lebih baik harus terus dilakukan, dan tidak hanya sesekali atau sewaktu-waktu saja. Sebab, “tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri” . Dan Hj Herni Jalil berjuang melakukan perubahan – perubahan mewujudkan Pinrang yang terus bergerak maju. ( LAPORAN : MUHAMMAD YUNAR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here