Buntut Kematian Taruna, Menteri Perhubungan Non Aktifkan Direktur ATKP Makassar

0
89

MAKASSAR — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menonaktifkan Direktur Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Agus Susanto pasca tewasnya seorang taruna, Aldama Putra Pangkolan (19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menenjuk Muhammad Rusdi sebagai Pelaksana Tugas atau Plt. “Setelah kami melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (10/2/2019).

Setelah melakukan investigasi internal, pihaknya menduga telah terjadi penyimpangan sistem dan prosedur hingga menyebabkan kematian Aldama. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan kepolisian.

“Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makasar yang terlibat saat kejadian,” ujarnya.

Budi mengatakan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub telah menerapkan aturan untuk mencegah terjadinya kekerasan di dalam kampus atau sekolah antar taruna.

“Pembenahan pola pengasuhan dan sosialisasi secara terus menerus telah disampaikan dosen, para pengawas, dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar. Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasaan bukanlah hal yang benar, karena di dunia kerja pun tidak ada senior junior, yang ada profesionalisme dalam pembelajaran,” ucap Budi.

BPSDMP Kemenhub akan meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pihaknya akan menambah tenaga pengawas dan pengasuh taruna-taruni pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, seorang taruna ATKP, Aldama Putra Pangkolan (19) tewas dengan sekujur tubuh penuh luka lebam karena dianiaya seniornya. Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Dwi Ariwibowo mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mencurigai kematian korban dengan luka lebam. Sementara itu, pihak kampus ATKP menyatakan korban terjatuh di kamar mandi pada Minggu (3/2/2019) malam.

“Dari hasil otopsi, pihak dokter RS Bhayangkara menyatakan korban meninggal karena penganiayaan,” kata Dwi saat jumpa pers, Selasa (5/2/2019). Polisi kemudian memeriksa 20 orang saksi dan sejumlah rekaman CCTV di dalam lingkungan ATKP Makassar. (kmp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here