Mengenal Calon Legislatif Kabupaten Pinrang, Hj Herni Jalil, Dimata Sang Jurnalis, Amin : Wanita Tangguh Pasti Bisa Berlayar Di Tengah Hempasan Angin

0
111

Semakin tinggi satu pohon, semakin banyak angin yang menimpanya. Maju sebagai wakil rakyat di saat era kebebasan pers dan menyatakan pendapat menemukan bentuknya, Hj Herni Jalil harus siap dihempas angin.

Dari teori keperkasaan media seperti pernah dikupas oleh Jalaluddin Rakhmat (Psikologi Massa, 2000), media (tulisan, pen), kalau kita perhatikan, pada dasarnya lebih mengarah memperteguh keyakinan yang ada. Teori uses and gratification menjelaskan, media massa memang tak dapat mempengaruhi atau merubah sikap, tetapi media massa cukup berpengaruh terhadap apa yang dipikirkan orang. Karena media massa melaporkan dunia nyata secara selektif, sudah tentu media massa mempengaruhi pembentukan citra tentang lingkungan sosial yang timpang, bias, dan tidak cermat.

Walter Lipmann (Public Opinion, 1965), jauh-jauh hari sudah mengamati hal seperti ini, menurutnya: “For the most part we do not see, and than define, we define first and than see. (Dalam banyak hal dimana kita tidak melihat, tapi kemudian (harus) mengartikan, kita mengartikan terlebih dahulu baru kemudian melihat).

“Orang sukses adalah orang – orang yang dapat membangun fondasi dari batu – batu yang dilemparkan oleh orang lain kepadanya”

Maka betapapun derasnya angin menghempas, layar tetap dikembangkan, …… dan perahu semakin melaju. “Saya pribadi melihat sosok Ibu Hj Herni Jalil memiliki integritas dalam membangun Kabupaten Pinrang. Karena ini, semoga kesempatan ini akan menjadi moment baik dalam mengabdikan diri buat masyarakat Kabupaten Pirang,” tutur Amin

Bagi sang jurnalis Amin, Hj Herni termasuk tokoh perempuan yang mampu berkomunikasi secara baik. Kendati bukan seorang orator ulung, konsep pemikirannya dituangkan dalam kata dan kalimat sederhana dan jernih sehingga mudah dicerna saat bertemu masyarakat.

Kemampuan berbicara bukanlah segala-galanya, seperti beo yang bisa mengucapkan kata-kata dengan indahnya dan kemudian kita kagum. Kendati boleh jadi ada sebagian orang menganggapnya kaku, tidak menciutkan nyalinya untuk berbuat yang terbaik untuk daerahnya.

Hj Herni Jalil tidak saja serius berniat memberikan bantuan cepat kepada masyarakat bila diberi amanah menjadi wakil rakyat, tetapi juga dalam merencanakan program strategis mempunyai visi yang jauh ke depan.

Visi bagi seorang politisi sangatlah mendasar, karena merupakan energi utopia untuk mendepa masa depan secara lebih rasional. Visi ini juga bisa diartikan sebagai tempat berpijak, fondasi, atau semacam elan visioner yang memungkinkan seseorang merumuskan langkah-langkahnya secara nyata bagi perbaikan sebuah sistem apapun di masa depan.

Satu hal yang paling dihindarinya, adalah kata-kata “besar” dengan retorika dan argumentasi tanpa praktek. Yang diyakini dalam kesederhanaannya adalah, “kita lebih sering menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan”.

Tidak heran bila Hj Herni mengedepankan praktek dan kerja nyata, dan bukan 3 M. 3 M seperti yang kita kenal adalah; Memuji-muji kemajuan daerah lain, Memuji potensi yang kita miliki dan Mono’maki (berhenti sampai di situ saja).

Padahal tak dapat disangkal, anugerah terbesar Kabupaten Pinrang adalah karena letaknya yang cukup strategis. Letak geografis jalur regional dan nasional belum mampu memberikan nilai tambah, baik sebagai pusat transit / tujuan arus barang, penumpang dan jasa. Padahal, kondisi geografis seperti ini, seharusnya mampu menjadikan Pinrang, antara lain sebagai Pusat Distribusi Logistik dan perekonomian. (LAPORAN : MUHAMMAD YUNAR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here