Gagal Jadi Anggota Polisi, Uang Ratusan Juta Ikut Melayang

0
66

Zulkifli (20) salah satu warga Kabupaten Jeneponto menjadi korban penipuan saat mengikuti seleksi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polisi Tahun 2017.

Zulkifli mendaftar di Kabupaten Jeneponto dalam seleksi penerimaan polisi bintara Tahun 2017 Polda Sulawesi Selatan. Ratusan juta uang milik orang tuanya raib di tangan salah satu oknum wartawan lokal di Kota Makassar.

Andi Ifdal Anwar Kuasa Hukum korban Zulkifli, mengungkapkan berawal dari pertemuan korban dengan oknum wartawan tersebut di akhir tahun 2016. Pertemuan itu berlangsung di salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kabupaten Takalar.

Saat itu kata Ifal, HS yang mengaku sebagai salah satu oknum wartawan lokal di Kota Makassar menyampaikan bahwa dirinya bisa membantu seseorang menjadi anggota polisi. HS kemudian meminta uang sejumlah Rp175 juta, namun saat itu orang tua korban saat itu hanya menyanggupi sebesar Rp100 juta.

“Permintaan oknum wartawan (HS) awalnya Rp175 juta, namun orang tua klien kami baru menyanggupi Rp100 juta. Uang itu diserahkan secara tunai di Kota Makassar,” kata Ifal saat menggelar Press Confrence di salah satu Warkop di bilangan jalan Boulevard, Kota Makassar, Rabu (20/2/2019).

Ifal menambahkan, berselang dua pekan, oknum wartawan tersebut kembali meminta sejumlah uang kepada orang tua korban. Kali ini HS meminta uang sebesar Rp120 juta dengan dalih untuk diserahkan ke salah satu petinggi di Polda Sulsel.

“Permintaan kedua itu sebesar Rp120 juta. Dana itu juga diserahkan di Makassar secara tunai. Alasannya untuk disetor kepada petinggi di Polda Sulsel,” jelas Ifal.

Tidak hanya itu HS kata Ifal, kemudian meminta tambahan dana kepada orang tua korban sebesar Rp50 juta, namun orang tua korban hanya memberikan uang sebesar Rp30 juta karena korban tidak memiliki uang lagi.

“Jadi ada tiga kali penyerahan uang dengan jumlah keseluruhan Rp250 juta. Korban percaya karena oknum ini mengaku kenal dengan petinggi di Polda Sulsel,” urai Ifal.

Untuk diketahui, dari ratusan juta rupiah uang yang diserahkan oleh korban kepada oknum wartawan tersebut tidak membuahkan hasil. Hal itu dibuktikan yang bersangkutan Zulkifli (20) yang sejatinya ingin menjadi anggota polisi gugur pada tahapan seleksi penerimaan Bintara umum tahun 2017.

“Zulkifli jatuh di tes Psikologi, namun uang yang diserahkan tidak dikembalikan oleh yang bersangkutan,” pungkas Andi Ifal Anwar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here