Rekonstruksi Pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Ditemukan Saksi Baru

0
98

MAKASSAR — Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar menghadirkan saksi-saksi baru dalam rekonstruksi pembunuhan taruna tingkat 2 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (AKTP) Makassar Muhammad Rusdi(21) kepada juniornya Aldama Putra Pongkala di kampus ATKP Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/3/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengakui bahwa dalam pengembangan rekonstruksi ada beberapa saksi yang ternyata mengetahui detik-detik sebelum kejadian penganiayaan Rusdi kepada Aldama.

“Ada beberapa yang mis. Makanya kita lihat kondisi real di lapangan karena kemarin waktu saksi-saksi diperiksa masih mengawang-awang kan. Makanya kita telusuri di lapangan. Dari temuan itulah yang nanti kami kembangkan,” kata Indratmoko saat ditemui di kampus II ATKP Makassar di Jalan Salodung, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Saksi baru ini bakal kembali didalami penyidik untuk mungupas tuntas kasus penganiayaan yang dilakukan Muhammad Rusdi kepada Aldama. Mantan Kasubdit IV Polda Sulsel ini juga mengatakan ada beberapa titik di kampus II ATKP Makassar yang dijadikan tempat rekonstruksi pembunuhan. Dimulai dari pintu masuk, gazebo kampus, hingga di ruang kelas dan asrama taruna ATKP Makassar.

“Secara garis besarnya mulai dia (Aldama) datang kemudian kembali di barak sampai kegiatan makan malam kemudian setelah apel malam disitu kan teejadinya penganiayaan itu yang masih kita dalami,” terangnya.

Lebih lanjut Indratmoko mengungkapkan dari hasil autopsi yang dikeluarkan tim Biddokes Polda Sulsel pada Sabtu (9/3/2019) lalu, Aldama meninggal akibat gagal pernapasan di dada akibat kekerasan benda tumpul. Namun, untuk pelaku penganiayaan, Indratmoko menyebut hanya dilakukan Muhammad Rusdi.

Sementara itu, Direktur ATKP Makassar Achmad Setyo yang juga hadir dalam rekonstruksi ini menyerahkan sepenuhnya hasil rekonstruksi ini kepada pihak kepolisian termasuk temuan saksi-saksi baru dari prosesi tersebut.

Dia juga menegaskan saat ini Kementrian Perhubungan terus melakukan investigasi internal di lingkup ATKP Makassar.

“Sampai sekarang data itu ada di pusat di bapak inspektur jenderal kami. Kami siap kalau memang data itu harus dikoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Achmad saat diwawancara di kampus ATKP Makassar. “Kalau langkah-langkah pidana kami serahkan ke kepolisian,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Aldama Putra Pongkala tewas usai ia dianiaya seniornya yang juga merupakan taruna tingkat 2 ATKP Makassar, Muhammad Rusdi pada Minggu (3/2/2019) malam lalu.

Aldama dianiaya hanya karena ia terlihat oleh Rusdi tidak memakai helm saat diantar ayahnya ke kampus yang terletak di Jalan Salodung, Kecamatan Biringkanaya, Makassar itu. Aldama saat itu baru saja tiba setelah Izin Bermalam Luar (IBL) yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Sebelum meninggal, Aldama dibawa masuk ke dalam sebuah barak. Penganiayaan yang dilakukan Rusdi terjadi di tempat itu. (kmp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here