Dikejar Sapi, Korban Jatuh dan Patah Tulang Lengan, Pemilik Sapi Cuek

0
84

BULUKUMBA — Warga Dusun Baraklohe, Desa Paccarammengang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba menderita patah tulang lengan, akibat terjatuh dikejar sapi.

Korban, Nurani (57) yang kesehariannya sebagai petani (berkebun) ini tidak terima kejadian yang menimpa dirinya yang mengalami cacat seumur hidup, sehingga kasus tersebut diadukan ke Polres Bulukumba.

Peristiwa ini terjadi di kebun milik korban di Dusun Baraklohe, Desa Paccarammengang, Selasa (12/3/2019) lalu. Dimana sapi milik Sali ini beringas dan sering mengejar orang yang berada disekitarnya.

Ulah sapi ini sebelumnya akan menyeruduk korban, korban pertama, Nuro yang tiba tiba dikejar oleh sapi jantan milik Sali. Sehingga dengan spontan korban datang mau membantu namun, dirinya berbalik di kejar, sehingga terjatuh dan mengalami patah tulang.

“Nuro ini tiba tiba dikejar sama sapi dan minta tolong. Jadi saya datang mau bantu, tapi tiba tiba sapinya berbalik mengejar saya. Akhirnya saya terjatuh dan mengalami patah di tangan kanan”, beber Nurani, Sabtu (04/5/2019).

Pemilik sapi, Sali sudah beberapa kali ditegur oleh korban dan keluarganya sebelum ada kejadian, agar hewan peliharaannya tidak dibawa masuk ke kebun milik korban untuk ditambatkan.

Alasan korban melarang membawa sapi milik Sali ke kebun korban, karena sudah meresahkan bahkan merusak tanaman milik korban, seperti pohon pisang dan merusak pematang sawah.

Meskipun korban melarang namun, hal itu tidak pernah diindahkan. Malah pemilik sapi menambatkan binatang peliharaannya itu sebanyak 4 ekor. Akhirnya, pemilik kebun menjadi korban.

Pemilik sapi, Sali diduga tidak ada itikad baik mendatangi korban untuk meminta maaf, bahkan disinyalir sengaja membangkang dan membiarkan korban menderita patah lengan akibat ulah sapi miliknya.

“Kasus ini sudah pernah dilakukan upaya mediasi ke kepala dusun (Kadus) dan Bhabinkamtibmas setempat, namun tidak menemukan solusi”, ujar korban.

Setelah dimediasi di Polres Bulukumba, pemilik sapi, Sali tidak menyanggupi permintaan korban terkait solusi permasalahan tersebut.

“Saya tidak setuju dengan penawaran seperti itu, karena saya tidak ada dilokasi. Saya tidak tahu menahu tentang kejadian itu. Kalau saya mau dipenjara, penjara juga sapinya”, elaknya.

Padahal, kasus ini diduga sudah ada perbuatan melawan hukum. Karena seringkali dilarang untuk menambatkan sapinya di kebun korban, tapi pemilik sapi tetap ngotot memasukkan sapi di kebun korban.

Kasus ini masih bergulir di Polres Bulukumba. Untuk sementara masuk dalam proses meminta keterangan dari pemilik sapi.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here