Kasus Oknum PNS Luwu Utara Ditangkap Polisi Terlibat Narkoba, Kepala BKPSDM Masih Menunggu Ikracht

0
80

LUWU UTARA — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Luwu Utara, Nursalim Ramli masih menunggu putusan tetap atau inkrach untuk memberi sanksi terhadap salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditangkap oleh pihak kepolisian terkait tindak pidana Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika Golongan I jenis sabu-sabu pekan lalu.

Menurutnya terlalu dini baginya untuk memberikan informasi terkait sanksi. Ia akan menunggu putusan inkracht (putusan tetap) untuk mengambil tindakan.

“Jadi kalau dia dua tahun ke atas baru bisa dipertimbangkan untuk diberhentikan,” ujarnya saat ditemui media di ruangannya, Senin (6/5/2019)

Sebelumnya, Pemerintah Lutra pernah memecat PNS yang terjerat kasus narkoba. Nursalim menyatakan pihaknya tegas menindak jika ada PNS yang terjerat narkoba. “Ya Pasti, yang penting sudah sesuai dengan aturan, aturan hukumnya.”

PNS Lutra inisial RW ditangkap di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu timur, Kamis (2/5). Dari tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan 2 saset plastik bening ukuran besar yang berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto masing-masing 5.15 gram dan 2.65 gram.

Selain itu, polisi juga menemukan 1 batang pireks terbuat dari kaca dan terdapat endapan sabu, 1 timbangan digital, sebuah dompet warna coklat.

Nursalim berharap agar PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lutra tidak terlibat dengan narkoba. “Harapan saya supaya jangan ada yang terlibat soal narkoba.” (*)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here