Dugaan Politik Uang, Polisi Akan Panggil Paksa Ketua PPP Makassar

0
54

MAKASSAR — Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kota Makassar menyerahkan kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yang dilakukan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Makassar asal PPP, Busranuddin Baso Tika (BBT) ke Polrestabes Makassar, Senin (27/05/2019).

Menurut salah satu Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain, kasus dugaan pelanggaran pemilu tersebut telah memenuhi unsur. Sehingga statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan.

Termasuk kata dia, pada kasus lain dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum Ketua Rukun Warga (RW).

“Kasus yang pertama pelanggaran politik uang di masa kampanye yang dilakukan oleh Busranudddin Baso Tika (BBT) dari partai PPP, Yang kedua kasus pencoblosan dua kali dilakukan oleh Ketua RW 6 Syamsir Zaini di Kecamatan Panakkukang Kelurahan Pandang. Dia mencoblos di TPS 2 dan 6, itu ada bukti-bukti nya untuk menguatkan dugaan itu ada foto dan video,” unkapnya, Senin (27/05/2019).

Diketahui BBT yang merupakan petahana yang juga Ketua PPP Makassar. Dia diduga melakukan politik uang atau money politic sebelum hari pencoblosan Pemilu 2019.

Humas Bawaslu Makassar, Muh Maulana menyatakan, belakangan ini BBT kerap mangkir dari pemanggilan pemeriksaan.

“Kalau selama ini berkaitan dengan kasus Syamsir Zaini terlapor juga kooperatif. Berbeda dengan BBT yang kemarin menolak memberikan keterangan pada saat menjalani pemeriksaan, jadi dia belum diperiksa,” akunya.

Terpisah, Kanit 1 Tindak Pidana Umum Polrestabes Makassar, AKP Abdul Rahim menegaskan pihaknya segara akan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) terhadap BBT. Dan akan memanggil paksa BBT jika kembali mangkir dari pemanggilan.

“Kemudian dalam jangka waktu 14 hari ini, kami selalu penyidik memaksimalkan untuk merampungkan berkas perkara untuk diserahkan rekan-rekan kita di kejaksaan, untuk bisa segera disidangkan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here