Dewan Makassar Sarankan Dinas Kesehatan Masifkan Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi

0
80

MAKASSAR — Program vaksinasi Covid-19 saat ini tengah berjalan. Untuk tahap pertama, vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik, serta tokoh ormas.

Namun sayangnya, program vaksinasi ini dalam perjalanannya masih banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Akibatnya, target sasaran bisa saja melenceng jika kendala tersebut tidak dicarikan solusi.

Anggota DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, Senin (1/2/2021) di Makassar, mengakui jika program vaksinasi masih mendapatkan kendala. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kesehatan dapat lebih memasifkan sosialisasi dan edukasi program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini menambahkan, masih rendahnya realisasi vaksinasi terhadap tenaga kesehatan turut dipengaruhi rendahnya keyakinan masyarakat terhadap manfaat vaksin. Menurut dia, sosialisasi dan edukasi sanget berperan penting untuk menumbuhkan keyakinan dan optimisme masyarakat terhadap vaksin tersebut.

Legislator Partai Golkar ini mengungkapkan perlunya sosialisasi dan edukasi, pasalnya, masih banyak informasi yang simpang-siur mengenai vaksinasi ini. Namun disatu sisi dia menilai masyarakat juga tidak bisa dilarang untuk mencari informasi dari berbagai sumber.

“Saya berharap sosialisasi dan edukasi dapat dimasifkan, ini hanya persoalan waktu saja. Informasi yang benar itu penting untuk kemudian memberikan balance terhadap informasi yang menyebar soal vaksinasi ini, terutama di media-media sosial, banyak informasi yang belum diketahui kebenarannya. Jadi, sangat perlu sosialisasi dan edukasi itu, dengan harapan program vaksinasi ini bisa sukses,” papar Wahab Tahir, Legislator DPRD Kota Makassar.

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar ini, ada banyak faktor penyebab sehingga banyak tenaga medis yang belum terakomodasi vaksinasi. Diantaranya adalah banyak yang tidak lolos saat proses screening atau wawancara terkait kondisi kesehatan calon penerima vaksin.

Wahab Tahir tak menampik jika pendaftaran ulang (registrasi) secara online pada calon penerima vaksin banyak yang bermasalah. Untuk itulah dia menyarankan, jika terjadi kendala secara online, bisa saja dilakukan proses registrasi secara manual.

“Nanti kami akan bicarakan dengan Dinas Kesehatan bagaimana teknisnya agar program vaksinasi ini dapat terlaksana lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here