Aktivis CCW Kutuk Bom Gereja Katedral Makassar, Masryadi “Keji dan Tidak Manusiawi”

0
78

MAKASSAR — Aktivis anti korupsi Sulawesi Selatan, Masryadi mengutuk keras tindakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Masryadi mengutuk peristiwa bom bunuh diri itu karena bertentangan dengan ajaran agama mana pun dan undang-undang dasar 45.

Masryadi mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar pagi tadi yang telah membuat korban luka-luka kepada beberapa warga.

“Hari ini kita dikejutkan dengan aksi teror bom bunuh diri di gereja katedral Makassar. Tentunya, tindakan tersebut sangat kami sesalkan. NKRI berdiri atas paham kebhinnekaan, mengutip UUD RI Tahun 1945, pasal 29 ayat (2) yang berbunyi, “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu” tentunya itu adalah harga mati, ujar Masryadi ketua LSM Celebes Corruption Watch (CCW) Sulawesi Selatan.

Menurut Masryadi aksi semacam itu harus dilawan dengan bergandengan tangan memperjuangkan toleransi antar umat dan persatuan Nasional.

“Saya pribadi berharap kepada Kepolisian RI agar dapat mengungkap dan menangkap dalang dibalik aksi ini. Pemberantasan tindak pidana terorisme tentunya kewajiban kita bersama sehingga kami mendorong semua pihak untuk waspada akan gejala yang berkembang disekitar kita akan potensi terjadinya kegiatan teroris,” ungkapnya.

Selain terus menumbuhkan kembali kesadaran warga masyarakat untuk peduli terhadap tantangan terorisme, pemerintah harus meningkatkan kerja sama antar lembaga untuk menanggulangi gerakan jaringan teroris ke depan.

“Disisi lain kami berharap agar pemerintah dan DPR RI sedapat mungkin serius terhadap pemberantasan tindak pidana teroris. Tentunya yang paling utama adalah penguatan personil mulai dari densus 88, intelejen negara hinga aparat tingkat Babinkantibmas. Jika dimungkinkan tentunya upaya penguatan itu dapat ditindak lanjut hingga penguatan anggaran, tentunyanya dibutuhkah senergi pemerintah dan DPR RI,” harap Masryadi.

Saat ini tentunya sangat diharapkan adanya kegiatan sosialisasi dikalangan remaja agar dapat terhindar dari propaganda yang sesat dan menyesatkan

Hal senada disampaikan ketua Lembaga Study dan Kajian Pendididkan (LESKAP) Wawan S.Ar, Teroris tentunya tidak mememiliki tempat di Bumi Indonesia yang menganut “BHINNEKA TUNGGAL IKA”.

“Kami mengutuk keras segala tindak kekerasan dan aksi terorisme di Makassar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Saya yakin dibelahan bumi manapun tidak ada yang membenarkan tidak keji seperti itu,” pungkasnya. (rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here