Muncul Aliran Baru di Maros Bernama Aliran Tilaco, Namun Belum Miliki Pengikut

0
334

KETERANGAN : A. Sulaiman, pria berusia 39 tahun, yang menyurati pemerintah terkait pengajuan untuk keluar dari agama Islam dan membuat aliran baru yang dinamai Tilaco, ternyata penghuni rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

 

MAROS — A.Sulaiman, warga asal Kabupaten Maros, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, membuat aliran kepercayaan baru bernama iman tilaco. Sulaiman mulai murtad dan mempraktekkan ajaran tilaco diusianya yang ke-37 tahun tepatnya sejak 13 Mei 2021.

Inti aliran iman Tilaco yang disebutkan di dalam draft rancangan aliran kepercayaan iman Tilaco yakni pengakuan tentang kesempurnaan Tuhan yang maha esa, Tuhan semua mahluk yang nyata dan ghaib di alam semesta ini dengan satu nama yaitu tilaco.

Adapun prioritas pengikut adalah istri (wanita yang tergolong cantik jelita versi iman tilaco). Batasan pengikut, tidak terbatas bagi yang berminat yang berdasar atas toleransi dan hak azasi pribadi manusia. Sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia.

Sulaiman mengiming-imingi berbagai hal bagi pengikutnya, seperti Siapa pun yang bergabung dengan Tilaco akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Menurut Sulaiman, pengikutnya bisa merasakan 99 persen kebahagiaan di dunia dan hanya 1 persen ketidakbahagiaan. Selain itu, dijaminkan masuk surga tanpa hisab.

Pengikut Tilaco juga diwajibkan setia. Mereka harus mengikuti dan mengimplementasikan iman Tilaco hingga tahun 2120. Untuk memastikan menjadi penghuni surga, maka pengikut juga wajib mati bersama iman Tilaco hingga tahun 2120.

A. Sulaiman juga telah mengajukan surat kepada pemerintah untuk mengubah agama yang dianutnya dari Islam dan membuat kepercayaan Tilaco. Permohonan ini tertuang dalam draft permohonan yang bernomor: 01/IT/V/2021.

Dimana didalamnya tertuang tatacara bagi masyarakat yang ingin bergabung ke Tilaco dengan mengucapkan “Iman tilaco-tilaco-tilaco untuk semua makhluk yang nyata dan ghaib di alam semesta ini,” tulisnya.

Selain itu bagi pengikut iman tilaco, wajib berpuasa pada tanggal 9 Agustus selama 8 jam di dua belas hari pelaksanaan.

Lurah Taroada Kecamatan Turikale, Ilhamsyah Ruslan, menegaskan terduga penganut ajaran baru A.Sulaiman, sudah lama tidak berdomisili di Kelurahan Taroada seperti yang tertera di Kartu Tanda Penduduk miliknya. Bahkan,sejak 2019 Sulaiman sudah merantau ke Jawa Timur dan seringkali berpindah-pindah tempat tinggal.

“Sulaiman sudah lama tidak tinggal di sini, ia pergi tinggalkan istri dan anaknya di Kelurahan Taroada, tepatnya pada tahun 2019 di lingkungan Sanggalea Selatan. Dari dulu dia pergi, merantau dan sudah sering berpindah-pindah daerah tanpa diketahui oleh pihak keluarga,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tim KabarMakassar, Jumat (21/5).

Berdasarkan penelusuran Forum Koordinasi Pimpinan Kelurahan (Forkopimkel) Taroada, Ia memastikan aliran Tilaco belum memiliki pengikut sama sekali.

“Menurut pengakuan istrinya, belum ada pengikut baik dari kalangan keluarga ataupun secara umum. Ini terbukti saat Forkopimkel Taroada, yang terdiri dari RT/RW, Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan Konfirmasi ke kediaman sesuai alamat yang tertera di KTP dan menemui Istri Sulaiman, yakni Nur Asipa yang tinggal tidak jauh dari jembatan timbang maccopa,” jelasnya.

Menurut pengakuan istrinya, Sulaiman seringkali berperilaku aneh seperti ke hutan dan ke gunung untuk bertapa.

“Dia sering meninggalkan rumah,dan tidak tahu kemana tujuannya, pengakuannya menuntut ilmu, bertapa ke hutan ke gunung dan seringkali melakukan tindakan tindakan yang tidak wajar,” paparnya.

Lebih lanjut Ilham sapaan akrabnya mengatakan Sulaiman merantau ke Jawa Timur sejak 2019 lalu dengan alasan ingin memperdalam ilmu yang dianutnya.

“Pada tahun 2019 Sulaiman memutuskan untuk merantau ke Jawa Timur, meninggalkan anak istrinya lantaran ingin memperdalam ilmu yang dianutnya, bahkan saat ini sudah berproses perceraian di pengadilan,” terangnya.

Ilham menuturkan, ada dugaan Sulaiman tengah mengalami depresi yang mengarah pada gangguan kejiwaan.

“Saat ini, Sulaiman menempati rumah singgah milik Dinas Sosial Kabupaten Maros, yang terletak di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai,” bebernya.

Ia berharap, agar Sulaiman bisa dikembalikan ke orang tua dan keluarganya di Kabupaten Soppeng melalui Dinas Sosial, Kabupaten Maros untuk dibina dan diarahkan kembali ke jalan yang benar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here