Terkuak !!! Eks Sekdis Dinas PUTR Sulsel Ngaku Siapkan Rp 337 Juta untuk Amankan Audit BPK

0
161

MAKASSAR — Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Sekdis PUTR) Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat mengaku menerima uang Rp 337 juta dari kontraktor lainnya yang bernama Andi Kemal. Uang itu rencananya untuk mengamankan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pengakuan tersebut disampaikan Edy saat menjadi saksi di sidang suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, dengan terdakwa Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Tipikor Negeri Makassar, Kamis (17/6/2021). Hakim lantas mempertanyakan seluk-beluk duit Rp 337 juta tersebut kepada Edy.

“Apakah itu perintah Gubernur juga, atau siapa?” ujar Hakim Ketua Ibrahim Palino kepada Edy.

Edy kemudian mengatakan, uang Rp 337 juta itu untuk menutupi temuan BPK.Bukan karena perintah Nurdin Abdullah.

Edy lalu mulai bercerita bahwa dia pernah bertemu dengan orang BPK bernama Gilang. Pertemuan itu mengungkap adanya temuan dalam proyek jalan di Kabupaten Pinrang yang dikerjakan oleh kontraktor Andi Kemal. Uang Rp 337 juta tersebut lantas disebut Edy untuk mengamankan temuan BPK tersebut.

“Menerima untuk pembayaran temuan 1 persen, jadi saya serahkan lagi ke BPK,” ungkap Edy.

Edy mengaku dirinya belum sempat memberikan uang itu ke BPK karena telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Mendengar penjelasan itu, hakim lantas menilai Edy yang begitu lancang mengurus urusan tersebut tanpa dikoordinasikan ke pimpinan selevel Kepala Dinas, Sekretaris Daerah, hingga ke Gubernur Sulsel selaku pimpinan Edy.

“Ini kan lintas sektoral, mengapa saudara berani-berani menerima uang itu,” cecar hakim.

Soal pertanyaan hakim itu, Edy berdalih dia hanya menerima untuk diserahkan ke BPK. Bukan untuk pribadinya sendiri.

Sementara jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK, Ronald Worotikan turut menanggapi fakta sidang tersebut. Dia mengatakan fakta tersebut cukup menarik meski pada akhirnya tetap perlu dikroscek lebih lanjut.

“Yang saya tangkap dia bilang katanya uang ini untuk BPK perwakilan Sulsel katanya. Tapi katanya itu karena ada temuan BPK yang mewajibkan mungkin dari dinas untuk mengembalikan kepada negara,” ujar Ronald seperti dikuti dari detikcom selepas sidang.

Tapi memang apakah itu benar atau tidak tentunya kita perlu hadirkan saksi lain lagi,” ucapnya.

Ronald juga mengatakan, peruntukan uang Rp 337 juta tersebut masih samar-samar. Belum ada keterangan pasti apakah uang itu digunakan untuk menyuap orang BPK.

“Karena kan untuk BPK ini apa, apakah uang resmi pengembalian ke negara atau ini uang suap juga ke BPK kita nggak tahu,” kata Ronald.

“Makanya nanti dengan saksi yang lain kita lihatlah apakah benar uang untuk BPK atau memang uang yang dia terima pribadi,” imbuhnya.

Istri Edy Rahmat Juga Bersaksi

Selain Edy, jaksa KPK juga turut menghadirkan istri Edy, Hikmawati ke persidangan hari ini. Hikmawati mengungkap bahwa dia sempat menemukan uang Rp 500 juta yang ternyata uang dari Agung Sucipto.

Hikmawati awalnya menjelaskan bahwa sebelum Edy atau suaminya ditangkap petugas KPK, dia sempat melihat sang suami membawa koper hijau berisi Rp 2 miliar ke dalam kamar. Belakangan koper itu diamankan petugas KPK saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (26/2) malam.

Mendengar penjelasan Hikmawati, jaksa lalu mempertanyakan perihal temuan Hikmawati soal ransel berisi uang selain daripada koper yang ditemukan petugas KPK. Hikmawati mengaku menemukan ransel berisi uang itu pada keesokan harinya di mana para petugas KPK sudah pergi.

“Selain koper hijau, apakah ada lagi, kalau ranselnya?” tanya jaksa.

Terhadap pertanyaan jaksa itu, Hikmawati mengaku menemukan ransel di kamar sebelah. Ini menjadi alasan mengapa petugas KPK tidak sempat mengamankan ransel tersebut saat OTT karena disimpan terpisah dengan koper hijau di kamar yang lain oleh Edy.

“Tas ransel itu besoknya saya temukan di kamar sebelah,” jawab Hikmawati.

“(Tempat ditemukannya ransel berisi uang ) itu bukan kamar tidur, itu khusus pakaian dan barang-barang lainnya,” sambung Hikmawati.

Singkat cerita, Hikmawati menghitung uang di dalam ransel yang ternyata berisi Rp 500 juta. Hikmawati juga mengaku menemukan sebuah koper berisi uang yang jumlahnya dia tidak tahu.

“Habis itu saudara bawa ke mana tas itu atau apakah tetap di situ?” cecar jaksa.

Hikmawati kemudian mengaku mengamankan ransel dan juga koper yang berisi uang tersebut ke rumah keluarganya di Kabupaten Gowa. Tim KPK baru melakukan penyitaan terhadap uang tersebut pada Senin (1/3). (dkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here