Usut !!! DPRD Makassar di Lingkaran Cashback

0
79

MAKASSAR – Anggaran makan minum DPRD Makassar Rp22,5 miliar bisa jadi tak sepenuhnya terpakai. Sebab, diduga ada cashback yang mereka dapatkan.

Anggaran makan minum dibagi ke dalam lima item. Salah satunya, kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Produk Hukum Peraturan Daerah (Sosper), yang dilakukan oleh anggota DPRD. Jumlah kegiatannya 15 kali dalam satu tahun.

Untuk jumlah anggaran makan dan minum Sosper ini, DPRD menggelontorkan dana sebesar Rp14.310.000.000, dengan rincian Rp180.000 per orang. Target pesertanya 79.500.

Dengan begitu, setiap anggota DPRD harus menghadirkan 106 orang dalam satu kali sosialisasi peraturan daerah. Jika ditotal, masing-masing anggota DPRD harus menghadirkan 1.590 peserta dalam satu tahun.

Ini berarti setiap anggota dewan menghabiskan anggaran Sosper sebesar Rp28.620.000, hanya untuk pengadaan makan dan minum saja. Bahkan, pagu anggaran yang digelontorkan sebenarnya tidak habis sepenuhnya.

Sebab, setiap kali mereka menggelar kegiatan di hotel, pengakuan pihak hotel, selalu memberikan diskon atau pengembalian sejumlah uang (cashback).

Marketing Communication (Marcom) salah satu hotel yang ada di Makassar mengatakan, sudah sering anggota DPRD Makassar menggelar Sosper di tempatnya. Terkait harga, untuk setengah hari dengan fasilitas satu kali makan, normalnya berada di angka Rp180.000 per orang.

Akan tetapi, jika kegiatan yang dilakukan dalam jumlah banyak alias sering berkegiatan di hotel tersebut, pihak hotel memberikan diskon harga sesuai dengan paket tertentu.

Akan tetapi, jika kegiatan yang dilakukan dalam jumlah banyak alias sering berkegiatan di hotel tersebut, pihak hotel memberikan diskon harga sesuai dengan paket tertentu.

”Kalau normal untuk sekali makan itu Rp 180.000/orang. Tapi kalau sering, kita bisa kasihkan diskon sesuai dengan paketnya,” jelasnya.

Sementara sales marketing mereka mengatakan, harga Rp180.000 itu merupakan bahan laporan pihak DPRD sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran Sosper. Pihak hotel sendiri terkadang memasang harga Rp200.000 per orang.

“Biasanya kalau sering, kita kasih harga spesial. Yang Rp180.000 itu kan untuk laporan mereka, kita juga mengerti. Biasanya kita juga pasang harga Rp200.000, supaya mereka terkesan melakukan lobi harga ke kami,” jelasnya.

Terkait besaran cashback atau pun diskon, ia enggan membeberkan secara detail. Tetapi, kisaran harganya bisa ditekan sampai di angka Rp130.000-Rp140.000 per peserta.

“Kalau jumlah pesertanya memang sudah paten 106 orang. Itu tidak bisa dirubah. Tapi kalau harga bisa diturunkan, tapi itu pun sedikit karena kami juga dapat sedikit. Anggap saja Rp140.000,” bebernya.

Jika berpatokan dari harga Rp140.000 per orang, maka ada cashback sebesar Rp40.000 untuk satu peserta. Jika totalnya 79.500 peserta, maka jumlah cashback mencapai angka Rp3.180.000.000.

Terkait hal ini, Presidium Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintahan (FIK Ornop) Sulsel Haswandy Andy Mas mengatakan, keputusan kebijakan alokasi DPRD harus tetap memperhatikan unsur kepekaan sosial.

Sebab, anggaran besar itu dinilai bisa digunakan untuk hal-hal lain yang jauh lebih vital dan aplikatif, sesuai dengan kebutuhan dasar masyarakat setelah diterjang badai pandemi Covid-19.

“Seharusnya APBD itu dimaksimalkan untuk warga yang kesulitan. Mereka harus dilayani dengan program-program kesejahteraan,” jelasnya.

Anggaran sebaiknya direalisasikan ke program riil, seperti bantuan sembako atau bantuan langsung akan kebih berdampak dengan perekonomian masyarakat.

“Legislatif tidak boleh memperbesar anggaran internalnya tapi hak-hak warganya untuk mendapatkan layanan dan kesejahteraan belum terjamin,” tutupnya.

Kasubag Humas DPRD Makassar Taufiq Nadsir yang dikonfirmasi mengenai hal ini, membantah adanya cashback untuk kegiatan di hotel. “Sebut nama hotelnya, jangan hoax,” katanya. (fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here