Proyek Kurang Volume Dinas Kesehatan Jeneponto Jadi Temuan BPK, Potensi Kerugian Negara Capai Ratusan Juta

0
624

Tiga Proyek SPAM Kembali Jadi Temuan BPK

MAKASSAR — Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan menemukan sebanyak tiga proyek di Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jeneponto kekurangan volume. Sehinga kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya potensi kerugian negara.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK menyebutkan, permasalahan tersebut disebabkan penyedia jasa tidak memenuhi ketentuan dalam kontrak, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kurang optimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan kontrak, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau Tim Teknis dan Pengawas Lapangan pekerjaan kurang cermat dalam melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik di lapangan sesuai tanggung jawabnya.

Sehingga, BPK merekomendasikan Bupati Jeneponto agar memerintahkan para Kepala Dinas selaku Pengguna Anggaran untuk mempertanggungjawabkan kekurangan volume pekerjaan masing-masing pekerjaan dengan melaksanakan penyetoran ke Kas negara.

Melalui Kepala Dinas untuk menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pengawas Lapangan terkait supaya lebih cermat dalam melakukan pengendalian dan/atau pengawasan pekerjaan fisik di lapangan sesuai tanggung jawabnya.

Proyek-proyek yang kekurangan volume di Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto ini adalah pekerjaan pembangunan rumah sakit Pratama sebesar Rp97.779.832.

Pekerjaan pembangunan rumah sakit ini dilaksanakan oleh PT YSM pada berdasarkan kontrak tanggal 19 Juli 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp28.337.937.942 termasuk PPN 10% dengan jangka waktu pelaksaan pekerjaan 165 hari kalender, terhitung mulai tanggal 19 Juli 2019 hingga 31 Desember 2019.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh BPK bersama PPK dan Inspektorat pada tanggal 11 Februari 2020 ditemukan beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume kontrak sehingga berpotensi terhadap kerugian negara sebesar Rp97.779.832

Selain itu, kekurangan volume atas pekerjaan pembangunan Puskesmas Binamu dan Bontoramba sebesar Rp48.750.163 Proyek ini dikerjakan oleh PT TBG tanggal 29 Juli 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp10.810.000.970 termasuk PPN 10 %.

Temuan BPK lainnya adalah proyek kurang volumrehabilitasi berat Puskesmas Arungkeke sebesar Rp19.054.803 yang dikerjakan oleh CV ANAB pada tanggal 20 September 2019 dengan nilai kontrak Rp2.714.750.000 termasuk PPN 10%. ( Laporan : Redaksi )

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here