Aplikasi Transaksi Non Tunai Bank Sulselbar Disorot, Permintaan Konfirmasi Celebesnews Tidak Dijawab

0
324

MAKASSAR — Aplikasi non tunai yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sangatlah berguna dan bermanfaat dalam meningkatkan kinerja maupun keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Karena transaksi non tunai tersebut menjadi kebutuhan dalam kondisi saat ini.

Aplikasi non tunai merupakan kebutuhan dalam kondisi saat ini, selain aman juga dapat menghindari kontak langsung antara petugas dan masyarakat sehingga dapat menghindari penyebaran Covid-19.

Paling penting, aplikasi transaksi non tunai ini dapat menghindari petugas dari jerat hukum, karena memakai sistem aplikasi online.

Nah, sebaliknya dengan kehadiran aplikasi Transaksi Non Tunai (TNT) dengan berbagai fitur atau fasilitas menu yang dihadirkan juga harusnya bisa memberi kemudahan dan akses pengawasan kepada user sebagai pengguna aplikasi.

Namun penggunaan aplikasi TNT milik Bank Sulselbar mendapat keluhan dan sorotan dari salah satu pimpinan OPD pada lingkung Pemprov Sulsel. Penyebabnya, aplikasi ini membatasi akses pengawasan dan kontrol terhadap catatan transaksi yang hanya bisa diakses penuh oleh bagian keuangan atau bendahara OPD.

“Kami sebagai kepala OPD tidak bisa mengakses penuh dan melakukan pengawasan langsung terhadap penggunaan aplikasi ini karena dibatasi aksesnya, sementara penanggung jawab setiap item transaksi ada pada kepala OPD selaku kuasa pengguna anggaran,” ungkap salah satu kepala OPD Pemprov Sulsel yang minta identitasnya tidak disebutkan kepada Celebesnews, baru-baru ini.

Pembatasan akses fasilitas item menu pada aplikasi TNT dari Bank Sulselbar ini kepada kepala OPD, dikatakannya berdampak terhadap pengawasan langsung pada kegiatan transaksi yang mengeluarkan pajak tidak bisa dilakukan.

“Kami tidak diberikan akses itu untuk mengontrol dan mengawasi langsung potongan pajak setiap ada transaksi atau belanja kantor, karena akses itu hanya diberikan pada bagian keuangan atau bendaraha, padahal sebagai penanggung jawab ada pada kepala OPD,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebaarnya aplikasi transaksi non tunai ini sangatlah penting bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan juga pihak perbankan pada umumnya. Karena dengan aplikasi non tunai itu dapat melaksanakan transaksi secara akuntabel yang baik.

“Dengan aplikasi non tunai ini, kita merasa terbantukan, karena semuanya memaki sistem online, sehingga dapat menghindari petugas dari tindakan korupsi atau tindakan melanggar hukum lainnya,” ujarnya.

Hanya saja, ditambahkannya, pembatasan akses fasilitas item menu yang ada pada aplikasi ini oleh kepala OPD bisa mendapat atensi dari penyedia aplikasi ini sehingga pengawasan lewat aplikasi juga dapat dilakukan, pungkasnya.

Sementara itu, Celebesnews mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke Bank Sulselbar melalui surat sudah hampir dua pekan hingga berita ini diturunkan tidak mendapat respo dan jawaban. ( Laporan : Redaksi )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here