Kepala OPD Bongkar Transaksi Via Aplikasi TNT Bank Sulselbar Berujung Temuan BPK

0
1389

MAKASSAR — Sorotan keras kembali disampaikan oleh salah satu pimpinan OPD Pemprov Sulsel terkait pembatasan akses aplikasi Transaksi Non Tunai (TNT) Bank Sulsel. Tidak tanggung-tanggung pimpinan OPD ini meminta Bank Sulsel untuk memperbaiki pelayanan terkait aplikasi tersebut.

Berbeda dengan produk-produk perbankan yang dihadirkan dalam menarik Dana Pihak Ketiga (DPK) terbilang cukup baik, justru aplikasi TNT ini tidak begitu dirasakan berbanding lurus dengan penerapan produk perbankan Bank Sulsel lainnya.

Betapa tidak, apa yang dialami oleh salah satu kepala OPD pada lingkup Pemprov Sulsel akibat pembatasan akses aplikasi ini bahkan berujung pada temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) terhadap kegiatan transaksi pemotongan pajak yang tidak bisa diawasi langsung melalui aplikasi juga.

“Bagaimana kami bisa langsung awasi di aplikasi, kalau akses ke pimpinan OPD hanya diberi kewenangan atau batasan sampai menu opsi. Harusnya akses itu diberikan kepada kami sebagai pimpinan OPD dan kuasa pengguna anggaran sama dengan akses yang diberikan kepada bagian keuangan,” tandasnya yang minta namanya tidak di mediakan kepada Celebesnesw.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala OPD Pemprov Sulsel tersebut, pembatasan akses pada sistem aplikasi ini tidak hanya berujung pada temuan BPK, namun dirinya juga harus kembali merapikan bukti-bukti transaksi tahun kemarin sehingga tidak memunculkan adanya temuan dugaan kerugian negara.

“Repot juga ada rekomendasi BPK dan inspektorat untuk mempertangungjawabkan temuan dari kegiatan transaksi yang tidak bisa di lihat atau kontrol melalui sistem aplikasi TNT karena pembatasan akses tersebut yang hanya bisa diakses penuh oleh bagian keuangan,” tandasnya.

Dikatakannya, secara teknis untuk melakukan belanja kantor memang atas adanya persetujuan pimpinan OPD. Namun, persoalannya bukan disitu, pembatasan akses aplikasi TNT ini yang tidak bisa dilihat langsung secara utuh atau keseluruhan dalam rangka mengawasi kegiatan transaksi di aplikasi hingga pemotongan pajak tidak bisa dilakukan pengawasan yang cukup baik.

“Disitu kelemahan aplikasi TNT ini dan perlu mendapat atensi dari pimpinan Bank Sulsel karena semua kegiatan transaksi melalui bank milik pemerintah provinsi Sulawesi Selatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Celebesnews yang mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait sorotan aplikasi TNT kepada Bank Sulselbar melalui surat dua pekan lalu baru mendapat jawaban pada, Jumat (16/7/2021) sore.

Melalui surat jawaban konfirmasi dan klarifikasi Bank Sulselbar yang ditandatangani oleh Rakhmat Nur Kadir, Pimpinan Grup Corporate Secretari Bank Sulselbar menjelaskan aplikasi TNT ini memberikan akses informasi yang penuh dan lengkap kepada pimpinan OPD. Setiap transaksi yang diinput oleh bendahara harus melalui persetujuan pimpinan OPD untuk diproses. Pimpinan OPD juga dapat melihat secara detail transaksi yang diinput oleh bendahara.

Setiap transaksi yang diinput oleh bendahara pada aplikasi TNT dapat dikontrol penuh oleh pimpinan OPD. Hanya user pimpinan OPD yang dapat menyetujui ataupun menolak transaksi yang diinput oleh bendahara.

Pimpinan OPD dapat melihat keseluruhan detail transaksi dengan utuh termasuk nilai potongan pajak.

Pengendalian dan kontrol terhadap potongan pajak pada setiap transaksi dapat diketahui oleh pimpinan OPD. ( Laporan : Redaksi )

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here