Ketua CCW, Masryadi Minta Polisi Bidik Proyek Peningkatan Jalan Beton Dinas PU Takalar, “Audit BPK Bisa Jadi Bahan Penyidikan”

0
55

MAKASSAR — Ketua Umum Celebes Corruption Watch (CCW) Sulawesi Selatan, Masryadi mengungkapkan lembaga yang berwenang menghitung kerugian negara hanya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, jika tidak disertai bukti kerugian negara dari BPK, unsur korupsi dalam penyidikan belum terpenuhi.

Oleh karena itu, Masryadi meminta aparat penegak hukum untuk mendalami proyek fisik peningkatan jalan beton yang bersumber dari DAK tidak sesuai ketentuan sebanyak empat paket di Kabupaten Takalar ini oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Takalar tahun 2019 sesuai temuan BPK perwakilan Sulawesi Selatan.

Dia menuturkan, penyidikan kasus korupsi harus dilengkapi audit investigasi yang pro-justitia yang hanya bisa dilakukan BPK. “Jadi, yang diperlukan adalah audit investigasi BPK secara menyeluruh. Nah, kalau sudah jadi temuan, harusnya penyidik sudah bisa masuk mendalami proyek fisik peningkatan jalan beton Dinas PU Takalar ini,” ujarnya kepada Celebesnews pada, Jumat (16/7/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, satu-satunya lembaga negara yang berwenang menghitung kerugian negara adalah BPK. “Kalau sekadar menghitung, tiap orang mungkin bisa. Tapi, apakah dia punya kompetensi?” ujarnya.

Atas dasar tersebut, temuan BPK pada proyek fisik jalan beton di Kabupaten Takalar ini sudah bisa masuk ke ranah hukum. “Mudah-mudahan penyidik memberi atensi terhadap proyek milik Dinas PU Takalar ini,” teranganya.

Temuan BPK pada proyek jalan beton Dinas PU Takalar tahun 2019 ini pertama adalah temuan paket proyek peningkatan jalan beton paket satu yang dilaksanakan oleh PT DPK pada tiga ruas jalan antara lain, ruas Bontomanai-Taipa, Bontomanai-Balang dan Ruas Galesong-Limbung.

Hasil pemeriksaan kepada penyedia dan PPK menyatakan tidak ada adendum sedangkan untuk pekerjaan tambah kurang dilakukan untuk ruas Bontomanai-Balang dan ruas Galesong-Limbung.

Kedua peningkatan jalan beton paket dua yang dilaksanakan PT JUM, pengerjaan ruas jalan Malewang-Maronde, Bontinoto-Cakura dan Bulukunyi-Baran. Atas pekerjaan tersebut telah direalisasikan pembayaran sebesar Rp8.116.540.300

Hasil konfirmasi kepada penyedia dan PPK menyatakan tidak ada addendum sedangkan untuk pekerjaan tambah kurang hanya dilakukan untuk ruas Malewang-Maronde.

Paket pekerjaan ketiga adalah peningkatan jalan beton ruas Malolo-Borongra’misi yang dikerjakan oleh PT JUM dengan realisasi pembayaran Rp8.116.540.300 hasil konfirmasi kepada penyedia dan PPK menyatakan hanya dilakukan CCO dan tidak ada addendum.

Hasil temuan BPK tersebut juga terdapat kekurangan volume pekerjaan terpasang. Hasil pemeriksaan fisik bersama PPK, kontraktor pelaksana, inspektorat yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan fisik diketahui pekerjaan di lapangan telah dilaksanakan sampai 100 % namun diketahui berdasarkan backupdata kuantitas 100 % terdapat kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume RAB sebesar Rp174.112.923 (Rp51.214.455 + Rp50.484.352 + Rp72.411.124).

Oleh karena itu BPK merekomendasikan kepada Bupati Takalar untuk memberikan sanksi kepada Kepala DInas PUPRPKP atas tidak optimalnya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksaan pekerjaan pada unit kerjanya.

Memerintahkan PPK untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume sebesar Rp174.112.932 kepada kedua penyedia sebagai berikut :

1. PT DPK sebesar Rp51.214.445
2. PT JUM sebesar Rp112.897.656 (Rp50.484.657 + Rp72.414.124)

Serta menginstruksikan PPK dan inspektorat melakukan pemeriksaan dan pengujian atas mutu pekerjaan yang belum dilakukan pengambilan sampel dan mempertanggungjawabkan atas ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.

Sementara itu, Celebesnews mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi atas temuan BPK tersebut kepada Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Takalar melalui surat beberapa pekan lalu, hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban atau balasan. ( Laporan : Redaksi )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here