Proyek Gedung Rawat Inap, Instalasi Radiologi dan Laboratorium RSUD Majene Berujung ke Bareskrim Mabes Polri, Temuan BPK Rp 1.281.054.957

0
1798

MAKASSAR — Ketua aktivis Lembaga Komunitas Pencegahan Korupsi Indonesia Timur (KPK-Intim), Akram SH turut memberi warning dan perhatian serius terhadap temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Barat atas denda keterlambatan pekerjaan proyek pembangunan gedung rawat inap kelas I dan II, instalasi radiologi dan laboratorium RSUD Kabupaten Majene tahun anggaran 2019.

Tidak tanggung-tanggung aktivis antikorupsi yang juga berlatar belakang sebagai praktisi hukum tersebut tengah mempersiapkan laporan untuk membawa temuan BPK tahun anggaran 2019 ini ke Bareskrim Mabes Polri.

Salah satu yang menjadi alasan dirinya mendorong kasus temuan BPK tersebut langsung ke Mabes Polri selain angkanya yang berbilang cukup fantastis juga agar mendapat perhatian serius. “Kami akan langsung melaporkan temuan BPK ini Bareskrim Mabes Polri. Nanti penyidik yang mendalami proyek fisik RSUD Majene tersebut lebih lanjut,” ungkap Akram kepada Celebesnews pada, Sabtu (24/7/2021).

Rencananya, kata dia, laporan ke Bareskrim Mabes Polri tersebut akan dilakukan KPK-Intim minggu depan sambil menunggu merampungkan berkas-berkas dan dokumen sebagai bahan laporan.

Untuk laporan ke Bareskrim, Akram mengungkapkan, akan melaporkan kuasa pengguna anggaran, PPK dan rekanan. ” Mereka inilah yang paling bertanggungjawab terhadap paket proyek fisik pada RSUD Majene tersebut, dan mereka-mereka ini akan kami laporkan untuk memastikan dugaan kerugian negara para proyek tersebut,” terangnya.

Sementara itu, merilis temuan BPK pada proyek pembangunan gedung rawat inap kelas I dan II, instalasi radiologi dan laboratorium RSUD Majene tahun anggaran 2019 Tidak tanggung-tanggung BPK menemukan keterlambatan pelaksana pekerjaan dan belum dikenakan denda sebesar Rp 1.281.054.957.

Media Celebesnews mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada Direktur RSUD Majene atas temuan BPK tersebut melalui surat, sudah tiga pekan hingga berita ini diturunkan tidak pernah mendapat jawaban dan balasan. ( Laporan : Redaksi )

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here