BPK Ungkap Temuan Proyek Kekurangan Volume Ratusan Juta Pada Dinas PUPR Soppeng

0
85

MAKASSAR — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan mengungkapkan sejumlah temuan yang dialami pemerintah daerah Kabupaten Soppeng dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2019 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan balanja modal berupa dokumen kontrak, laporan back up data quantity dan provisional hand over (PHO) serta berita acara pemeriksaan fisik secara uji petik atas belanja modal Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng tahun 2019, diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan pada Dinas PUPR dengan total sebesar Rp 421.350.221 pada beberapa item paket proyek peningkatan ruas jalan di  sejumlah kecamatan Kabupaten Soppeng.

BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan peningkatan jalan ruas Madining-AnetuE sebesar Rp1.448.790 yang dikerjakan oleh CV Cahaya Salsabila berdasarkan kontrak tanggal 23 Agustus 2019 dan CCO tanggal 2 September 2019 dengan nilai sebesar Rp 5.705.845.000 termasuk pajak pertambahan nilai. Jenis kontrak dalam pekerjaan ini adalah harga satuan, dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 120 hari kalender terhitung 23 Agustus 2018 hingga 20 Desember 2019.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pekerjaan dengan PPK, penyedia jasa dan inspektorat tanggal 10 Februari 2020 diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 4.448.790

Selain itu, BPK membongkar temuan pakat pekerjaan kekurangan volume pada proyek peningkatan ruas jalan Pajalesang-Walimpong sebesar Rp 103.702.928 yang dikerjakan oleh CV Hutami Karya Utama dengan nilai Rp 4.638.516.000 termasuk PPN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dokumen pertanggungjawaban dan pengamatan fisik bersama PPK, penyedia jasa/rekanan dan inspektorat pada tanggal 10 Februari 2020 diketahui terdapat kekurangan volume sebesar Rp 103.702.925

Proyek kekurangan volume lainnya adalah peningkatan ruas jalan Tajancu-Ganra (DAK) sebesar Rp64.524.046 yang dikerjakan oleh PT Lompulle berdasarkan kontrak tanggal 25 Juni 2019 dan addendum tanggal 2 Juli 2019 sera CCO 2 tanggal 1 Oktober 2019 dengan nilai sebesar Rp 12.250.000.000 termasuk PPN. Dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender terhitung 27 Juni 2019 hingga 23 Desember 2019.

Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai seluruhnya berdasarkan BAST hasil pekerjaan pertama tanggal 6 Desember 2019 dan setelah dilakukan pembayaran seluruhnya sebesar Rp 12.250.000.000 sesuai SP2D.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pemeriksaan fisik bersama PPK, penyedia barang/jasa, konsultan pengawas dan inspektorat pada tanggal 14 Februari 2020 diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 64.524.046

Tidak hanya itu, temuan BPK lainnya adalah kekurangan volume pekerjaan peningkatan jalan ruas Cikke’E-LolloE sebesar Rp 87.061.512 yang dikerjakan oleh perusahaan CV Pawah Mitra Sarana berdasarkan kontrak tanggal 27 Mei 2019 dan addendum kontrak 11 Juni 2019 sera CCO 2 tanggal 5 Agustus 2019 dengan nilai sebesar Rp 5.596.829.000 termasuk PPN.

Berdasarkan pemeriksaan dokumen dan pertanggungjawaban dan pengamatan fisik bersama PPK, penyedia barang/jasa dan inspektorat tanggal 8 Februari 2020 diketahui terdapat kekurangan volume sebesar Rp 87.061.512

Demikian pula dengan proyek peningkatan ruas jalan Tajancu-Ganra ditemukan kekurangan volume sebesar Rp 24.988.492 yang dikerjakan oleh CV Hasten berdasarkan kontrak tanggal 30 Juli 2019 dan addendum tanggal 2 September 2019 serta CCO tanggal 2 Desember 2019 dengan nilai sebesar Rp 9.150.000.000 termasuk PPN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tanggal 13 Februari 2020 ditemukan kekurangan volume pada proyek ini sebesar Rp 24.988.492

Atas semua temuan BPK tersebut mengakibatkan kelebihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp 421.350.221 (R4.448.790 + Rp103.702.925 + Rp64.524.046 + Rp136.624.451 + Rp87.061.512 + Rp24.988.492)

Sementara itu, Media Celebesnews mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait temuan BPK tahun anggaran 2019 tersebut melalui surat sekitar satu bulan lalu hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban dan balasan. ( Laporan : Redaksi )

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here