Pengamat Hukum : Temuan BPK pada RSUD Majene Bisa Dilidik, Pengembalian, Bisa Jadi Alat Bukti Perbuatan Dugaan Korupsi

0
180

MAKASSAR — Pengamat Hukum, Risman kembali memberi komentar atas fakta hukum pada kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Barat atas proyek pembangunan gedung rawat inap kelas I dan II, Instalasi Radiologi dan Laboratorium RSUD Majene tahun anggaran 2019.

Risman mengungkapkan, Hasil Audit BPK bisa menjadi alat bukti di pengadilan. Hal ini bisa dilakukan untuk kepentingan pengungkapan dugaan penyimpangan keuangan negara atau dugaan korupsi.

Menurutnya, tim penyidik harus bisa meyakini temuan-temuan perbuatan melawan hukum pada proyek temuan BPK di RSUD Majene.

Dijelaskannya, uang denda keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan gedung rawat inap kelas I dan II, Instalasi Radiologi dan Laboratorium selama 89 hari kalender sebesar Rp 1.281.054.957
yang disebut oleh BPK sudah bisa dilidik oleh aparat penegak hukum dari kejaksaan maupun kepolisian.

“Dari kacamata hukum, pengembalian yang talah dilakukan oleh kontraktor atau rekanan pada proyek in berarti sudah bisa menjadi alat bukti hukum bahwa terjadi temuan dan dugaan perbuatan atau tindakan korupsi. Sebenarnya ini sudah bisa jadi alat bukti untuk aparat penegak hukum langsung melakukan lidik, karena sudah ada alat bukti pengembalian, berarti ada dugaan indikasi tindakan perbuatan korupsi disitu, pembuktiannya nanti di pengadilan setelah melalui serangkaian proses pada penyidikan,” kata Risma kepada Celebesnews, Kamis (29/7/2021).

Tidak hanya itu, Risman mengungkapkan, pada temuan BPK tersebut, penyidik juga bisa mendalami pengembalian yang telah dilakukan oleh kontraktor. “Unsur lain yang bisa didalami oleh penyidik adalah soal pengembalian tersebut kenapa baru dilakukan oleh kontraktor atau penyedia jasa setalah adanya temuan, penyidik bisa masuk disitu,” tandasnya.

Dikatakannya terkait pengembalian yang dilakukan oleh kontraktor merujuk pada peraturan pemerintah tentang pemberantasan korupsi, pengembalian itu tidak menghapus tindakan atau perbuatan pidanya.

Selain itu, Risman mengungkapkan, salah satu pihak yang paling bertanggungjawab atas temuan BPK tersebut adalah Direktur RSUD Majene selaku kuasa pengguna anggaran dan PPK. “Penyidik harus memeriksa mereka karena secara administrasi mereka yang paling bertanggungjawab. Direktur misalkan orang baru menduduki posisi tersebut dan bukan yang melakukan tanda tangan kontrak awal dokumen, tetapi secara administrasi tetap bertanggungjawab, karena jabatan direktur itu tidak pernah berganti, yang berganti hanya orangnya, maka tanggungjawab tetap melekat pada jabatan direkturnya, termasuk PPK nya perlu dilidik oleh aparat penegak hukum,” tandasnya.

Jika melihat perkembangan temuan BPK tersebut seharusnya saat ini kejaksaan bisa masuk melakukan lidik “Tak ada kata lain, dalami temuan BPK dan unsur dugaan pelanggaran hukum pada proyek di RSUD Majene tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Majene, Dr.Yupie Handayani menjelaskan soal temuan BPK tersebut oleh kontraktor atau rekanan sudah dilakukan pengembalian atas denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Meski begitu, pengembalian tersebut dilakukan dengan cara diangsur.

Merilis keterangan dari Inspektorat Kabupaten Majene seperti disampaikan oleh Dr.Yupie, bahwa semuanya sudah melalui proses penyelesaian sesuai ketentuan tim penyelesaian kerugian daerah, mengenai nilai merupakan dokumen negara yang mempunyai ketentuan-ketentuan jika akan disampaikan. “Yang jelas sudah ada progres pembayaran,” ujarnya.

Selain itu, Dr.Yupie menanggapi soal permintaan konfirmasi dan klarifikasi atas temuan BPK tersebut melalui surat yang dikirim oleh Celebesnews melalui jasa pengiriman sejak sebulan lalu, hingga kini belum pernah sampai kepada dirinya. “Kami tidak pernah menerima surat dari Celebesnews sehingga selama ini kami tidak tau dan hanya diberitakan terus, jadi bukan kami bungkam, itu tidak benar, sampai sekarang surat permintaan klarifikasi dan konfirmasinya tidak pernah sampai kepada kami,” ungkapnya. ( Laporan : Redaksi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here