Temuan BPK Berbuntut ke Ranah Hukum, CCW Siapkan Gugatan Pidana dan Perdata Kepada Kuasa Pengguna Anggaran, PPK dan Kontraktor RSUD Majene

0
154

MAKASSAR — Ketua Umum Lembaga Antikorupsi Celebes Corruption Watch (CCW) Masryadi kembali mendesak kejaksaan tinggi Sulawesi Barat untuk menjemput  kuasa Pengguna Anggaran, PPK dan Kontraktor pada proyek bangunan rawat inap kelas I dan II, Instalasi Radiologi dan Laboratorium RSUD Majene tahun anggaran 2019 ini dalam rangka kepentinganan proyek tersebut.

Besaran temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terbilang cukup fantastis. Selain itu mungkin saja menimbulkan kerugian materil juga ada kerugian materil akibat terlambatnya penyelesaian penyelesaian tersebut hingga CCW mulai mempersiapkan laporan pidana dan perdata atas temuan-temuan kerugian negara tersebut pada RSUD Majene ini.

Bukan hanya itu saja, di dekat kontraktor yang disebut-sebut sudah menjadi seratus persen dengan begitu ini akan menjadi acara acara negara. “Jelas bos…. itu sudah merupakan aktivitas awal negara dan penyelidikan bisa langsung melakukan penyelidikan atas temuan BPK tersebut,” terangnya.

Atas temuan BPK ini, CCW melaporkan Direktur sebagai kuasa pengguna anggaran, PPK dan kontraktor atau rekanan aparat penegak hukum dalam waktu dekat. Bahkan CCW bakal menggugat proyek ini secara perdata dengan nilai dua kali lipat dari besaran temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami mempertayakan yang telah dilakukan oleh kontraktor justru dari sudut pandang hukum ini akan menjadi alat bahwa ada temuan di atas bukti pelanggaran,” tegas Masryadi Celebesnews pada Jumat (30/7/2021).

Selain itu, pemberian jangka waktu di atas temuan BPK oleh tim tindak lanjut kepada kontraktor turut disorot oleh aktivis antikorupsi ini. “Harus jelas dasarnya. Tidak boleh ada tindak lanjut dengan serta merta memberikan jangka waktu yang terlihat begitu saja kepada kontraktor atau rekanan, harus ada dasarnya. Kalau tidak mungkin dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan,” tulisnya.

Peringatan ini disampaikan oleh Masryadi untuk memberi warning kepada semua pihak terkait agar lebih hati-hati dalam menjalankan tanggungjawab. “Harus selalu kita sandarkan pada aturan yang ada termasuk dalam pemberian jangka waktu pengembalian atas temuan BPK kepada kontraktor atau rekanan. Kalau tidak jelas dasar atau landasan aturannya untuk pemberian jangka waktu pengembalian ini kami turut gugat sampai kesana,” pungkasnya.

Sementara itu pengamat atau praktisi Hukum, Risman menilai langkah CCW untuk menempuh jalur hukum sudah benar. Sehingga sangat tepat jika persoalan pekerjaan proyek yang jadi temuan auditor BPK ini dibawah ke ranah hukum. Sehingga selain bisa menghasilkan pihak tergugat membayar besaran kerugian Negara dengan segera, serta dugaan kerugian lainnya yang disebabkan tidak beresnya pekerjaan proyek bisa dibongkar.

“Sah memang kalau ada masyarakat atau lembaga yang menggugat perdata kontraktor. Jadi langkah itu merupakan upaya menyelamatkan uang negara. Objeknya sudah jelas dan tepat. Ini juga untuk menjadi efek jera bagi rekanan atau kontraktor lainnya ke depan,’’ bebernya.

Dikatakan Risman, temuan BPK pada proyek di RSUD Majene ini selain memang bisa digugat perdata bisa juga diserahkan ke penegak hukum untuk diproses dugaan tindak pidana korupsi. Hal itu sesuai dengan UU Nomor 31 tahun 1999 atas perubahan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor.

“Jadi semuanya bisa masuk, ke korupsi masuk, ke perdata juga sah. Sisa rekanan nantinya harus membayar tunai, bisa juga hartanya disita menjadi jaminan,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Majene, Dr.Yupie Handayani menjelaskan tentang temuan BPK tersebut oleh kontraktor atau rekanan sudah dilakukan penyesuaian atas keterlambatan pekerjaan. Meski sebaliknya dilakukan dengan cara diangsur.

Merilis dari Inspektorat Kabupaten Majene seperti yang disampaikan oleh Dr.Yupie, bahwa semuanya telah sesuai dengan kesepakatan waktu kesepakatan negara, mengenai ketentuan-ketentuan yang akan disampaikan. “Yang jelas sudah ada kemajuan pembayaran,” ujarnya. ( Laporan : Redaksi )

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here