Kadis Kesehatan Takalar Bungkam Soal Temuan BPK, Aktivis Antikorupsi Minta Aparat Penegak Hukum Lidik Proyek Rehabilitasi Puskesmas Pattalassang

0
410

MAKASSAR — Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas adanya kekurangan volume pekerjaan fisik rehabilitasi Puskesmas Pattalassang Kabupaten Takalar tahun anggaran 2019 mulai memantik reaksi Aktivis dan pegiat antikorupsi.

Di Makassar, aktivis Lembaga Komunitas Pencegahan Korupsi Indonesia Timur (KPK-Intim) menilai atas temuan BPK tersebut patut mendapat atensi dari masyarakat. Masalah ini sekaligus dinilai sebagai hal yang cukup mengejutkan banyak pihak.

Menurut Ketua Lembaga Komunitas Pencegahan Korupsi Indonesia Timur (KPK-Intim), Akram SH kepada Celebesnews pada, Kamis (19/8/2021) mengungkapkan temuan BPK tersebut sekaligus merupakan tamparan sangat keras ditengah situasi pandemi seperti sekarang ini justru ada temuan.

Oleh karena itu, aktivis dengan latar belakang lawyer ini meminta aparat penegak hukum di Kabupaten Takalar untuk melakukan lidik atas temuan dugaan potensi kerugian negara pada proyek rehabilitasi Puskesmas Pattalassang Kabupaten Takalar tahun anggaran 2019 ini.

“Oleh auditor BPK sudah jelas menemukan potensi kerugian negara atas pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Pattalassang Kabupaten Takalar tahun anggaran 2019. Karena itu, kejaksaan maupun kepolisian harus memberi atensi terhadap kasus ini,” jelasnya.

Dikatakan oleh Akram, pada temuan BPK tersebut indikator dugaan pelanggaran hukumnya bukan berada pada besar atau kecilnya temuan, namun pekerjaan proyek ini terdapat kekurangan volume.

Sekaligus temuan ini akan menjadi perhatian besar KPK-Intim untuk mendorong aparat penegak hukum masuk melakukan lidik. “Semoga ini akan menjadi perhatian kejaksaan dan kepolisian di Kabupaten Takalar untuk mendaami proyek rehabilitasi Puskesmas Pattalassang,” tutupnya.

Sementara itu, Celebesnews mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi atas temuan BPK melalui surat kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar sejak bulan lalu hingga berita ini diturunkan memilih bungkam dan tidak memberi jawaban konfirmasi balasan melalui surat kembali.  ( LAPORAN : REDAKSI )

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here