Kejaksaan dan Kepolisian Diminta Usut Tuntas Masalah Bansos Covid-19 Majene

0
219

MAKASSAR — Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulbar terkait dugaan masalah Bansos Covid-19 di Kabupaten Majene terus memantik reaksi dari aktivis antikorupsi.

Zulfikar, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Celebes Corruption Watch, tidak menampik adanya kemungkinan masalah itu akan dilaporkan ke lembaga penegak hukum

“Hati-hati dengan masalah Bansos Covid-19 ini, disitu jelas ada dugaan penyelewengan yang berpotensi menjadi tindak pidana,” kata Zulfikar kepada Celebesnews, Kamis (19/8/2021).

Olehnya ia berharap kejaksaan maupun kepolisian turun tangan dan melakukan supervisi. Kasus ini memang tidak begitu besar, namun terkait masyarakat luas ditengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Hanya saja, kata Dia, melihat siapa aktor yang berperan dan sikap yang ditunjukkan dengan cara menyelewengkan Bansos Covid-19, tentu sangat penting kasus ini untuk diungkap ke publik.

“Inikan sudah cukup ada temuan BPK, dan aparat penegak hukum bisa mendalami masalah Bansos Covid-19 ini. Indikasinya terang dan jelas. Makanya saya kira kejaksaan dan kepolisian penting untuk ikut terlibat,” pungkasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal dugaan masalah Bansos Covid-19 ini sampai tuntas. Bansos yang seharusnya diberikan kepada masyarakat miskin, justru ditemukan indikasi penerima bantuan ganda dan penerima manfaat yang tidak layak.

“Kami harapkan kejaksaan ataupun kepolisian untuk segera menjemput Kepala Dinas Sosial selaku kuasa pengguna anggaran, PPK dan vendor Bansos Covid-19 di Kabupaten Majene,” ujarnya.

Sementara itu, Celebesnews mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene melalui surat atas temuan BPK terkait masalah Bansos Covid-19 dua pekan lalu hingga berita ini diturunkan belum meberikan jawaban dan tanggapan. ( Laporan : Redaksi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here