LSM Lokal Dukung Kuasa Pengguna Anggaran, PPK dan Kontraktor Irigasi Dinas PSDA Pinrang Dilapor ke Kejaksaan

0
141

MAKASSAR — Rencana aktivis dan pegiat antikorupsi dari Celebes Corruption Watch (CCW) untuk melaporkan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Pinrang selaku kuasa pengguna anggaran, PPK dan rekanan proyek irigasi Palonga dan Maridi mendapat ‘amunisi baru’ turut di dukung oleh LSM Lokal di Kabupaten Pinrang.

Salah satunya dari datang LSM PF2KP ikut mendorong pegiat dan aktivis antikorupsi untuk membawa masalah proyek irigasi yang mengalami kekurangan volume tersebut dibawa ke ranah hukum.

“Sebagai wujud dukungan kami terhadap pemberantasan korusp di Kabupaten Pinrang, kami sangat mendukung upaya dan langkah teman-teman dari pegiat dan aktivis antikorupsi untuk melaporkan proyek yang diduga bermasalah di Pinrang,” terang Ketua PF2KP Pinrang, Andi Agustan kepada celebes-news, pada Selasa (14/9/2021).

Dikatakannya, kasus kurang volume pada pengerjaan proyek irigasi di Palonga dan Maridi bukan persoalan besar dan kecilnya temuan potensi kerugian negara di situ. Namun, tindakan atau perbuatannya yang patut di proses hukum.

Seharunya Kepala Dinas PSDA selaku kuasa pengguna anggaran betul-betul cermat dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan irigasi di Palonga dan Maridi sehingga kualitas pekerjaan tidak mengalami pengurangan volume.

Demikian pula, kata dia, PPK seharusnya tidak ‘tutup mata’ atas pelaksanaan proyek irigasi tersebut dan memberikan teguran kepada rekanan agar kualitas pekerjaan sesuai dilaksanakan sesuai kontrak.

“Karena itu rencana teman-teman untuk membawa masalah ini ke ranah hukum kami sangat memberi dukungan dan support. Kami berharap kejaksaan maupun kepolisian akan mendalami proyek irigasi di Palonga dan Maridi Kabupaten Pinrang ini setelah jadi temuan Badan Pengawas Keuangan,”tandasnya.

Sementara itu, celebes-news.com mencoba meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada Kepala Dinas PSDA Pinrang atas temuan BPK tahun anggaran 2019 sampai saat ini tidak pernah ditanggapi dan bungkam. ( Laporan : Redaksi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here