BPDASHL Jeneberang Saddang Sambut Rombongan Anggota DPR RI Komisi IV ke Makassar, Tanam Mangrove di Pesisir Untia

0
138

MAKASSAR — Komisi IV DPRD RI melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar pada hari ini, Kamis (14/10/2021). Rombongan anggota DPR RI tersebut menghadiri penanaman mangrove di daerah pesisir Untia.

Rombongan anggota dewan ini bertolak dari Jakarta ke Makassar. Setibanya di Bandara Internasional Hasanuddin, langsung menuju Untia disambut antusias oleh masyarakat sekitar pukul 14.00 wita siang tadi.

Di kawasan Untia, melalui Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Jeneberang Saddang berupaya mengembalikan keberadaan hutan mangrove di pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove di sejumlah tempat dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan para pemerhati lingkungan.

PDASHL Jeneberang Saddang mewujudkan bentuk kepedulian lingkungan dengan melakukan sinergi bersama beberapa stakeholder, seperti masyarakat setempat, komunitas masyarakat dan unsur pemerintah. Hal ini karena untuk menyelamatkan bumi, semua perlu bekerjasama dan membutuhkan partisipasi dari semua pihak, sehingga diharapkan dengan program tersebut dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus merawat dan memperbaiki ekosistem tanaman, hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
(PDASHL) Jeneberang Saddang, M Tahir P.SP, MSi saat menerima kunjungan rombongan anggota DPR RI dari Komisi IV.

Ia menyampaikan, wilayah pesisir menjadi area yang terdampak banyak oleh abrasi. Tak hanya itu, tanaman mangrove yang selama ini menjadi “penghadang” ganasnya ombak telah berkurang karena adanya alih fungsi lahan, M Tahir mengharapkan masyarakat bisa menanam di lahan kritis sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana.

Lebih lanjut disampaikannya mangrove tak hanya punya manfaat terhadap lingkungan. Ia meyakini rehabilitasi hutan bakau atau mengrove akan membawa kebaikan bagi perekonomian.

“Dalam rangka juga mendukung ekowisata, pariwisata di daerah, dan tentu saja kita harapkan juga mendukung ekonomi masyarakat di sekitar kawasan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya semakin luasnya penanaman mangrove ini di kawasan Untia Salodong tentunya dapat menjadi media penyerapan karbon serta menjaga ekosistem biota laut yang sangat menguntungkan bagi masyarakat.

“Mangrove ini mampu menjadi media dalam penyerapan karbon, selain itu juga menjadi tempat biota laut berkembang biak. Otomatis mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dari hasil lautnya. Seperti udang, kepiting dan ikan semakin banyak,” katanya.

Sementara itu, rombongan anggota dewan pusat ini memberi apresiasi atas upaya Balai PDASHL Jeneberang Saddang bersama masyarakat dan semua trakeholder dan pemerhati lingkungan atas komitmennya menjaga pesisir laut Untia di Kota Makassar. ( Laporan : Yunar-Reza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here